Family is very important to my life. I live my life because of them and I set everything to locate them in a pure place. I get God to build such a wonderful family with them. I was blessed and will be blessed.

Ibuku sayang, Ibuku yang malang


Aku masih kecil ketika dia tiada, jadi aku tidak merasakan kasih sayang yang memang aku butuhkan seutuhnya. Aku anak paling bungsu di keluarga, tapi itu bukan berarti aku selalu dimanja seperti anak bungsu lainnya. Tapi bagiku itu tidak masalah karena aku dapat kasih sayang dari abang abang dan kakak kakak ku saja aku sudah merasa bersyukur.

Terkadang aku berpikir,
  1. Mengapa aku hidup seperti ini?
  2. Menapa aku tidak dilahirkan seperti mereka? hidup berlimpah tanpa ada yang kurang. seperti halnya Anak pejabat dengan body guard yang lengkap, supir pribadi yang selalu siap sedia 24 jam kemana saja dia mau pergi.
Apa ini yang namanya takdir???

Tapi,,, yah itulah hidup, kita akan selalu mengeluh kalau melihat keatas.
sekali aku terpikir dengan anak-anak jalanan yang di perempatan lampu merah, Aku jadi merasa bersyukur terlahir di keluargaku yang sederhana tapi penuh dengan kasih.
Aku sangat mencintai mereka I was blessed by living with them.
Jika kehidupan yang ke dua akan datang lagi bagiku, Aku tetap akan memilih mereka sebagai saudara saudaraku terutama ibuku, Beliau sungguh tak tergantikan.

Once, I went to mall, Aku mau beli sepatu karena sepatu yang lama dah senyum merekah. Di ujung sudut bangunan Aku melihat seorang wanita muda dengan baju merah rok hitam lengkap dengan high hills sebut saja Mawar keluar dari mobil hitam yang mewah. Dia berjalan dengan begitu anggunya dan langkahnya diikuti oleh seorang wanita tua yang rambut digulung seadanya dengan sandal jepit yang mungkin nyaman untuk ibu tua itu dan jarak mereka kira kira 5 meter.

Saya masuk kesebuah toko yang bermerk terkena
L, tapi saya bukan mau beli sepatu disitu hanya mau lihat sajagimana model yang baru " new arrival" gitu lho. Eh ternyata si Mawar juga masuk ke toko yang sama. Saya sapadengan suara termanis yang saya punya, dan dia juga ramah. Kita berbincang bincang sejenak. Ehh tak taunya dia orang Batak.
Hemmm sama seperti diriku pikir hati ku.
Aku tanya " mau beli tuk siapa? "
dia jawab " Tuk mama "
"oo gitu" aku jawab seadanya,,,, tapi aku terkejut ketika dia bilang mama dia menunjuk ibu tua yang aku lihattadi, Aku tidak menyangka kalo itu adalah ibunya.

Sejenak aku berpikir, Mawar punya banyak duit tapi kenapa begitu terlihat perbedaan antara ibu dan anak?? Mengapa dia tidak jalan sama dengan ibunya?? Mengapa mereka tidak saling sapa satu sama lain?
  • Apa dia malu dengan si ibu??
  • Atau si ibu tidak PD jalan dengan anaknya?
  • Atau karena si ibu jalannya lama jadi dia gak sabar?
Ahhh semua pertanyaan itu buat aku bingung. Apa yang Mawar pikirkan pada waktu dia dan ibunya berjalan??
Aku berpikir lagi, mungkin kalau si ibu sudah tiada dia pasti buat pesta adat yang besar,undangan yang banyak musik dan gondang tersedia, karena itu lah kebiasaan orang kita, bahkan kita juga buat tugu untuk orang meninggal yang biayanya mungkin sampai ratusan juta rupiah.

Padahal di masa hidupnya maybe we never care about her. So, untuk apa itu semua??
Aku nggak ngerti dengan ini semua. Tapi yah itulah tradisi, tradisi yang ada harus kita jaga tanpa mengesampingkan hal yang ada di depan mata.
Karena bentuk hormat kita akan lebih full jika kita hormati dimasa hidupnya dan kita kenang ketika dia tiada.

"Aku hanya mo bilang sayangi ibu kita selagi beliau masih hidup"

1 komentar: