Family is very important to my life. I live my life because of them and I set everything to locate them in a pure place. I get God to build such a wonderful family with them. I was blessed and will be blessed.

I am Batak and cannot be calm ??

Pesta bona taon marga

 Semua mata tertuju pada tumpukan piring yang telah disusun apik lengkap dengan isian nasi, sepotong rendang, sayur dan air mineral. Acar kali ini berada di auala tuk 2000 tamu. Kata amin yang diucapkan oleh pendeta mengisyaratkan bahwa tiba waktunya membagikannya ke para tamu. Itulah yang biasa di kotaku. Semua telah dibersi porsi yang sama. 1 piring tuk 1 orang. Di tengah nikmatnya suasana makan karena semua tamu sudah dapat bagian, terdengar oleh ku teriakan si ibu untuk meminta 1 piring lagi. Aku sebenarnya tidak masalah kalau memberikannya, tetapi yang menjadi masalah nantinya adalah ketika ibu itu aku beri maka ibu yang lain juga akan memminta hal yang sama. Bagaimana aku harus berlaku adil di tengah banyaknya orang yang pasti saja mereka sudah mempersiapkan plastiknya masing - masing. Ku coba untuk tidak mendengar teriakan si ibu, tetapi suaranya selalu saja membuatku tidak nyaman. She keeps on yelling and yelling. Akhirnya, aku pun memberikan 1 piring lagi tuk si ibu.
     
       Pertarungan pun di mulai, disaat aku memberikan 1 piring buat si ibu, 3 orang ibu sudah menunggu ku di meja makan yang telah disediakan. Aku tersenyum dan berkata di dalam hati "Selamat datang di kehidupan yang tidak ada rasa puas." Ibu I meminta 1 piring untuk anaknya yang di parkiran. Ibu ke II meminta 1 piring untuk suaminya yang duduk di depan dan ibu yang ke III meminta 1 piring untuk cucunya yang di tinggal di rumah. Siapa yang harus ku berikan? Karena yang tersisa hanyalah 15 piring dan itu pun nantinya untuk panitia. Ku coba untuk menjelaskan tetapi mereka tidak mau taw. Aku memutuskan untuk meninggalkan meja. Ke 3 ibu itu pun mengambil bagian mereka tanpa seizinku. Bagiku, lebih baik mereka mencuri daripada aku memberi tanpa ikhlas. Walaupun aku tau, keduanya itu tidak baik.


Arisan marga

Selesai dari aula, aku pulang ke rumah yang kebetulan ada arisan. Mereka sudah selesai makan. Maklumlah, jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Seorang wanita sedang membersihkan sendok es krim yang berserakan di lantai. Ku lihat juga termos es krim di sudut pintu, masih ada tersisa. Es ini akan ku berikan pada kawan kawan yang tadi bekerja di aula gumamku. Setelah penatua selesai memberikan berkat, waktunya untuk pulang. Untunglah, aku sudah lelah, ingin sekali rasanya aku berbaring. Ku ambil Hp ku yang terletak di atas meja, dan aku terhenti melihat para ibu yang menggenggam plastik kosong menuju meja hidangan. Mereka berganti gantian memasukkan menu yang tersisa ke dalam plastik dan tak lupa juga mereka mengeluarkan plastik putih untuk tempat es krim yang tersisa. Ouhhhh,, apakan ini sudah menjadi kebiasaan buat kita? Siapa yang ber tanggung jawab atas hal ini? Haruskah ini dihentikan? Atau kita sebagai generasi penerus melanjutkannya??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar